Gw sebenernya dah lama mo nulis artikel satu ini tapi berhubung waktu gw bener2 kesita abis ama kegiatan gw di BNCC jadi baru sekarang gw bisa nulis artikel ini...

KENAPA GW BILANG BODOH ?
Ok, sebenernya gw udah seneng dunia perfilman Indonesia udah bangkit n gag mati lagi kayak tahun-tahun yang lalu... Kita semua tahu itu semua diawali dari film percintaan remaja yang berjudul ADA APA DENGAN CINTA. Terus muncul lagi film-film lainnya dengan mengusung genre yang sama yaitu percintaan remaja. Film horor menjadi populer ketika muncul sebuah film berjudul JELANGKUNG, dan diikuti pula oleh film-film dengan genre yang sama. Mulai dari film horor inilah film di Indonesia mulai berubah jalur dan semakin ngaco!!

HOROR YANG NGACO !!!
Yap, film horor di Indonesia udah semakin ngaco dan gag jelas. Maksudnya sih bagus para sutradara muda dan baru mengangkat film horor dengan tema yang tidak jauh dari setan Indonesia. Tapi menurut gw film yang mereka buat gag jelas. Mereka hanya mengandalkan sound effect dan ligthing yang gelap untuk memunculkan kengerian di tengah-tengah penonton. Ada lagi satu trik yang pasti digunakan oleh pembuat film horor, yaitu mereka selalu melakukan syuting di tempat yang gelap dengan lighting yang berwarna kuning atau warna gelap lainnya untuk semakin menonjolkan suasana seram yang malah menimbulkan keanehan dan pertanyaan besar wat gw. Contohnya untuk adegan di dalam rumah sakit. Sejelek-jeleknya rumah sakit di Indonesia gw nggak pernah menemukan rumah sakit yang begitu gelapnya sehingga ketika melihat orang lain yang terlihat hanyalah siluet dari mereka. Untungnya di tengah-tengah kegilaan dan film musiman ini muncul film-film lain yang masih berbobot dan baik untuk dinikmati. Seperti BERBAGI SUAMI, ARISAN, dan lain-lain...

KOMEDI YANG BODOH
Selain film horor, dalam waktu yang cukup berdekatan pula muncul genre baru yang semakin marak akhir-akhir ini. Komedi adalah genre yang cukup ramai di gali oleh para sutradara akhir-akhir ini. Ada bebrapa yang bagus dan cukup bisa untuk dinikmati namun lihat sekarang ini. Film komedi tersebut telah berpindah jalur menjadi KOMEDI SEKS yang biasanya hanya ada di televisi pada tengah malam. Yang ingin gw tekanin disini ialah para pembuat film komedi seks nampaknya tidak berpikir dalam pembuatan naskah dan pengambilan gambar. Lihat saja naskah yang mereka buat hanya mengandalkan kata-kata kasar yang biasa digunakan dalam keseharian tanpa ada komedi yang pintar dan berbobot. Dan satu lagi film-film mereka selalu menonjolkan artis-artis dengan dandanan menor dan kevulgaran mereka.

Kemana perginya film Indonesia yang bagus ? gw sebagai warga Indonesia ingin mendapatkan tontonan yang bermutu dan tidak kalah dengan hollywood.

*Maaf bila ada yang tidak berkenan dengan tulisan gw ini, gw gag bermaksud menjatuhkan nama seseoarang atau pihak tertentu, ini cuma sedikit teriakan dari salah satu pengamat dan penikmat film....

3 Responses so far.

  1. bula-bula yanu iya bae...

    ayo nggawe filem dewek lah... ben filem kontet ben filem nganggo kamera digital, sing perlu nggawe...

  2. femi says:

    hehehe... betul yang kamu bilang Jal,..
    tapi kamu masih bisa menemukan film-film berbobot kok.. biasanya para sutradara muda nan idealis dan para pekerja film ini lebih seneng di jalur Indie.
    liat juga film-film dokumenter di Metro TV asli buatan anak bangsa.
    aku juga males lait film indonesia kok,..
    tapi biasanya kalo Nia Dinata aku nonton...
    sejak dia membuat Ca Bau Khan sampe berbagi suami aku selalu nonton filmnya, karena dia memberikan alternatif pilihaan yang menarik dan unik...

    tapi jangan lupa Jal,.. perfilman di Indonesia gak akan maju tanpa penonton...
    para pembuat film bekerja demi penonton.
    jika pangsa pasar menghendaki film-film ringan berupa Horor jiplakan, komedi vulgar, cinta-cintaan, maka para pembuat film itu akan terus berkarya menyesuaikan pasar.
    menurutku yang pertama dididik adalah pasarnya,... karena beberapa temenku pekerja seni (pembuat film) mereka mampu membuat film yang berbobot.
    tapi sayang film-film berbobot gak laku di pasaran,..
    lantas kalo gak laku gak dapet duit dunk.. mau makan apa anak-istri???

  3. itu dia permasalahan di negeri kita tercinta ini.... pengen juga bikin film tapi gag ada media n sarananya serta alat2nya.. kangen masa SMA bikin film indie wat perpisahan....

Leave a Reply